Inspirasi

Hukuman Edukatif Untuk Anak

hukuman edukatif

Jika kita mempunyai anak, mungkin kita tidak asing dengan apa yang namanya hukuman. Kita selalu menanamkan nilai-nilai dan perilaku baik kepada anak kita. Kita juga memberikan berbagai peraturan yang harus dipatuhi anak kita dengan tujuan agar mereka disiplin. Ketika anak kita melakukan sebuah kesalahan tak jarang kita memberikan ia hukuman. Namun ketika anak kita mencapai suatu keberhasilan kita juga kadang memberikan ia hadiah. Mungkin istilah ini lebih dikenal dengan reward dan punishment. Kali ini kita akan membahas tentang punishment atau hukuman itu sendiri. Orang tua zaman dulu kebanyakan mendisiplinkan anaknya dengan cara memberikan hukuman yang mungkin bisa dibilang kekerasan. Seperti menjewer, memukul, mencepret dengan lidi, dll. Nah mungkin anda sering mendengar istilah “didiklah anak sesuai zamannya”. Istilah ini memang benar sekali, hukuman kasar sudah tidak cocok diterapkan pada masa sekarang ini. Pada masa sekarang sebaiknya anda menggunakan hukuman yang bersifat edukatif. Karena anak zaman sekarang kebanyakan ketika mereka diperlakukan kasar mereka malah berontak dan semakin melunjak. Apakah hukuman edukatif itu? Hukuman edukatif ialah hukuman yang bersifat mendidik. Contoh-contoh dari hukuman edukatif sendiri yang bisa anda terapkan untuk anak usia 6-10 tahun diantaranya. yaitu:

1. Menghapalkan hal-hal yang berbau keagamaan

Jika anak anda membuat sebuah kesalahan maka anda bisa memberikan ia hukuman untuk menghapalkan hal-hal yang berbau keagamaan. Seperti anda bisa menyuruh anak anda untuk menghapalkan doa-doa yang biasa digunakan dalam kehidupan sehari-hari, ataupun menghapalkan surat-surat pendek dalam Al-Qur’an. Hukuman seperti ini akan membuat anak anda lebih religius.

2. Menghapalkan hal-hal yang berhubungan dengan mata pelajaran di Sekolah

Anda bisa memberikan hukuman kepada anak anda untuk menghapalkan perkalian dalam Matematika, sebuah dongeng, membuat puisi, ataupun menghapalkan lagu-lagu wajib nasional. Hukuman seperti ini bisa membuat anak anda semakin pintar dalam berbagai mata pelajaran di Sekolahnya.

3. Mengganti channel yang ditonton dengan menonton berita

Ketika anak anda melakukan kesalahan anda bisa memberikan ia hukuman untuk memnonton sebuah berita dan menyampaikan kembali apa isi berita itu kepada anda. Mungkin ketika anda menerapkan hukuman seperti ini anak anda akan merasa kesal dan marah, apalagi jika berita yang ia tonton itu saat acara kartun kesayangannya. Tetapi hal ini bertujuan agar ia tidak mengulangi kesalahnnya, sekaligus melatih daya simak anak terhadap apa yang ia lihat dan ia dengar.

4. Membuat kondisi seperti semula

Bila anak anda membuat berantakan barang-barang atau mengotori rumah. Anda bisa meminta ia untuk membereskan atau membersihkannya seperti sedia kala. Tentu ia akan merasa lelah, dan juga tidak akan mengulangi perbuatannya. Hal ini akan mendidik ia untuk bertanggung jawab.

5. Mengurangi waktu main

Ketika anak anda melakaukan kesalahan, anda bisa mengurangi waktu main dan meminta anak untuk melakukan hal lain yang lebih bermanfaat. Seperti meminta ia membantu pekerjaan anda ketika memasak, dll. Jadi meski ia tidak bisa bermain ia bisa mendapat hiburan lain dengan membantu anda.

Itulah beberapa hukuman yang menurut saya bersifat edukatif dan bisa anda terapkan ketika anak anda membuat sebuah kesalahan sebagai hukumannya. Banyak juga cara lain yang mungkin bisa anda kembangkan. Ingat ya jangan lagi gunakan kekerasan dalam menghukum anak, hukuman edukatif itu lebih baik.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top