psikologi anak
Parenting

Pentingnya Memahami Psikologi Perkembangan Anak

Menyaksikan pertumbuhan dan perkembangan buah hati secara langsung merupakan sebuah kebahagiaan tersendiri bagi orang tua khususnya seorang ibu. Banyak sekali tingkah polah anak kita yang bisa membuat kita tersenyum, tertawa, bahkan hingga emosi sendiri. Pada umumnya anak-anak sangat senang bermain seakan tak kenal lelah. Memang bermain ini bisa membantu pertumbuhan dan perkemabangan anak tetapi masih ada hal lain yang bisa membantu pertumbuhan dan perkembangan anak selain bermain. Nah agar mengetahui apa sajakah hal lain yang bisa membantu pertumbuhan dan perkembangan anak maka anda harus mengetahui psikologi perkembangan anak. Khususnya anda memahami tahapan dari psikologi perkembangan tersebut agar mengetahui kegiatan apa yang bisa dilakukan untuk menunjang pertumbuhan dan perkembangannya di usia dini. Adapun tahapan dari psikologi perkembangan anak yang harus anda ketahui antara lain:

1. Tahap Perkembangan Kognitif

Menurut Jean Piaget tahap perkembangan kognitif meliputi 4 tahap, yaitu:

a. Tahap sensori motorik (0-2 thn): pada tahap ini anak mulai menggunakan inderanya untuk melihat suatu kejadian, senang melakukan berbagai hal untuk melakukan sesuatu yang baru. Selain itu anak juga mulai bisa melakukan gerakan refleks.

b. Tahap pra-operasional (2-7 thn): Pada tahap ini anak sudah dapat menerima rangsangan dan memberikan respon terhadap rangsangan tersebut, namun sifatnya masih terbatas anak belum bisa berfikir abstrak atau yang terlalu rumit. Jadi pada tahap ini anda sudah bisa bertanya pada ia mengenai berbagai hal yang sifatnya mudah ia mengerti seperti anda menunjukkan jenis buah-buahan dan ia menjawab apa nama buah-buahan tersebut.

c. Tahap operasional konkrit (7-12 thn): Pada tahap ini anak sudah mampu berpikir secara rasional dan mampu menjalankan kegiatan secara operasional dengan bantuan benda-benda konkrit. Seperti ia diminta untuk melakukan penjumlahan, nah apabila dihadirkan bendanya secara langsung atau gambarnya anak akan lebih mudah memahami. Misalnya untuk anak kelas rendah 5 pulpen + 5 pulpen berapa? Nah untuk contoh anda bawa langsung pulpennya. Dengan begitu ia akan lebih mudah  dalam menjumlahkan.

d. Tahap operasional formal (12 thn ke atas): Pada tahap ini anak sudah mulai bisa berpikir abstrak, dan menggunakan hipotesisnya untuk pemecahan masalah.

2. Tahap Perkembangan Fisik

Tahap perkembangan fisik seorang anak berkaitan dengan sistem motoriknya. Seperti kita tahu sistem motorik itu ada sistem motorik kasar dan sistem motorik halus. Kegiatan yang mampu menunjang motorik kasar seperti berlari, bermain bola, dll. Sedangkan kegiatan yang mampu menunjang motorik halus seperti bermain puzzle, menyusun lego, membangun rumah dari balok kayu atau di pantai pasir.

3. Tahap Perkembangan Bahasa

Ada 3 periode dalam tahap perkembangan bahasa anak, yaitu:

a. Periode pre-lingual (0-1 thn): pada periode ini anak sudah bisa mengoceh, meski bahasanya bahasa bayi yang sulit kita mengerti. Tapi tidak apa-apa hal itu baik itu perkembangannya.

b. Periode lingual (1-2,5 thn): pada periode ini anak sudah mampu berbicara dan membuat kalimat pendek.

c. Periode diferensiasi (2,5-5 thn): pada periode ini anak sudah mempunyai kemampuan berbahasa yang baik dan benar. Namun harus diperhatikan karena pada tahap ini pula ia akan mudah menyerap segala bahasa yang ia dengar. Maka  hendaknya anda harus bertutur kata yang baik dan juga sebisa mungkin hindarkanlah ia dari lingkungan yang berbahasa buruk. Anda juga harus siap untuk menjawap pertanyaan yang ia ajukan karena pada periode ini anak juga akan banyak bertanya mengenai berbagai hal.

4. Tahap Perkembangan Sosio Emosional:

Pada tahap perkembangan sosio emosional seorang anak akan mulai dapat mendapatkan kepercayaan diri dan kemandirian dirinya. Untuk mematangkan itu semua tentu harus ditumpu dengan kegiatan yang mampu menunjangnya seperti  memberikan kesempatan pada anak untuk melakukan hobinya dan menunjukan apa yang ia bisa dari hobinya tersebut. Misalnya saja menggambar, semakin sering ia menggambar dan anda memberikan ia respon positif hal tersebut lama kelamaan akan membantu mengembangkan kepercayaan dirinya karena respon yang anda berikan. Selain itu semakin lama gambar yang akan anda buat akan semakin bagus. Mengajarkan anak memakai baju sendiri, makan sendiri, membereskan tempat tidur dapat anda lakukan untuk melatih kemandiriannya.

Nah itulah psikologi perkembangan anak beserta tahapannya yang harus anda ketahui. Untuk mengoptimalkan potensi anak berdasarkan psikologi perkembangannya selain kegiatan di atas anda bisa melakukan kegiatan lain yang sekiranya mampu menunjang potensi anak anda disesuaikan dengan bakat dan minat anak itu sendiri.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top