Pelajaran

Apa itu scientific learning?

Scientific

Sejak diberlakukannya Kurikulum 2013 tiga tahun silam, mungkin kita semua khususnya yang bergelut di dunia Pendidikan tidak asing lagi dengan istilah Scientific Learning atau Pendekatan Saintifik ini. Namun mungkin masih ada yang bingung sebenarnya apa pendekatan saintifik itu dan apa hubungannya dengan kurikulum 2013. Jadi Pendekatan Saintifik adalah pendekatan yang wajib digunakan pada pembelajaran di Sekolah, di seluruh jenjang Pendidikan berdasarkan aturan Kurikulum 2013. Pendekatan Saintifik merupakan salah satu jenis pendekatan pembelajaran dimana pendekatan ini menggunakan sistem kerja ilmiah. Maksudnya dalam langkah-langkah pembelajarannya menggunakan langkah-langkah yang digunakan dalam sebuah metode ilmiah, seluruhnya ada 11 langkah/ keterampilan yang dilakukan. Keterampilan tersebut termasuk kedalam keterampilan proses sains, yaitu observasi (mengamati), klasifikasi, mengukur, komunikasi, menyimpulkan, prediksi, merumuskan hipotesis, mengidentifikasi variabel, membuat definisi operasional, percobaaan dan interpretasi data. Akan tetapi dalam Pendekatan Saintifik tidak semua keterampilan proses sains digunakan, hanya 5 langkah saja. Oleh karena Pendekatan Saintifik memiliki 5 langkah pembelajaran maka biasa disebut dengan 5M, yaitu:

1. Mengamati

Pada tahap ini siswa difasilitasi untuk melakukan pengamatan. Biasanya pengamatan ini dilakukan secara berkelompok namun bisa juga secara individu. Objek yang diamati bisa lingkungan, media 3 dimensi, media 2 dimensi,dll. Alangkah baiknya jika pengamatan yang dilakukan siswa ini melibatkan semua atau beberapa indera, jangan hanya satu indera saja.

2. Menanya

Tahap selanjutnya adalah bertanya, yang harus bertanya disini adalah semua yang terlibat dalam pembelajaran. Jangan hanya guru saja tapi juga siswa harus bertanya. Alangkah baiknya jika pada awal pembelajaran guru memberikan pertanyaan yang mampu memancing siswa untuk mengemukakan pertanyaan-pertanyaan selanjutnya.

3. Mencoba

Pada tahapan ini siswa mengeksplor kemampuannya untuk menjawab pertanyaan-pertanyan yang ada pada tahap sebelumnya. Siswa bisa melakukan eksperimen, membaca sumber lain baik dari buku, majalah, Koran, jurnal, dan juga melakukan sebuah wawancara kepada narasumber yang diyakini mampu memberikan keterangan yang valid.

4. Mengasosiasi

Pada tahap ini siswa harus mengolah informasi yang telah ia dapat pada tahap mencoba. Informasi tersebut dianalisis dan dikaitkan dengan permasalahan sebelumnya, apakah ternyata teori itu sesuai dengan faktanya di lapangan ataukah bagaimana.

5. Mengkomunikasikan

Pada tahap ini siswa bersama kelompoknya menyampaikan/mempresentasikan hasil kerja mereka di depan kelas kepada guru dan teman-temannya sesuai dengan apa yang telah mereka peroleh.

Selain 5 langkah di atas bisa juga ditambah dengan Mencipta. Jadi setelah dikomunikasikan hasil kerjanya, diadakan tindak lanjut. Misalnya Pelajaran IPA tentang air yang tercemar, sebagai tindak lanjutnya dalam tahap mencipta siswa membuat sistem penyaringan sederhana. Pendekatan Saintifik ini memungkin sistem kognitif, afektif, dan psikomotor siswa lebih terarah, mereka tidak hanya duduk diam dan mendengarkan tetapi mereka langsung melakukan dan guru hanya sebagai fasilitator saja. Selain itu Pendekatan Saintifik juga melatih interaksi antar siswa melalui kegiatan diskusi. Nah demikianlah uraian tentang Pendekatan Saintifik ini, semoga menjadi referensi. Bagi anda yang berprofesi guru dan belum menggunakan Pendekatan Saintifik, maka mulai sekarang segera berlatih ya, karena pada tahun ajaran baru (2016/2017) akan diberlakukan kurikulum baru (Kurikulm 2013 yang telah disempurnakan) dan kemungkinan akan diwajibkan menggunakan Pendekatan Saintifik lagi. Semangat!!!!

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top