Tips Belajar

Apa itu Project Based Learning?

Agar suskses dalam melakukan sebuah pembelajaran maka seorang guru hendaknya nenggunakan strategi ataupun model yang tepat ketika mengajar. Ada banyak sekali model pembelajaran yang bisa digunakan oleh guru ketika mengajar, penggunaan model ini hendaknya disesuaikan dengan materi dan karakteristik siswa. Kali ini akan dibahas mengenai salah satu model pembelajaran yang bisa digunakan dan sangat baik implikasinya bagi peserta didik. Model tersebut ialah model Project Based Learning. Apakah model Project Based Learning itu?

Project Based Learning (PBL) dilihat dari kata penyusunnya bisa diartikan sebagai pembelajaran berbasis proyek.  Pembelajaran berbasis proyek adalah sebuah model pembelajaran dimana dari proses pembelajaran tersebut siswa akan melaksanakan sebuah proyek yang akan menghasilkan sebuah produk. Proyek yang dilakukan oleh siswa tergantung pada materi apa yang sedang dipelajari ataupun pada tujuan apa yang hendak dicapai. Misalnya pada pembelajaran bahasa Indonesia tentang materi Drama, siswa bisa diberikan Proyek untuk membuat naskah drama ataupun mementaskan drama itu sendiri. Ataupun pada pelajaran Matematika tentang bangun ruang siswa bisa diminta mengerjakan proyek membentuk berbagai bangun ruang berserta rumusnya. Apalagi pada mata pelajaran Seni siswa bisa diminta membuat suatu proyek yang nantinya menghasilkan berbagai produk dari keterampilannya. Berikut ini langkah-langkah pembelajaran Project Based Learning:

1. Menentukan Pertanyaan Dasar

Pada tahap ini guru memberikan pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan proyek yang akan dibuat. Pertanyaan disini haruslah pertanyaan yang dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari dan pengalaman siswa agar siswa termotivasi untuk mengemukakan idenya.

2. Membuat Desain Proyek

Siswa dibagi terlebih dahulu menjadi beberapa kelompok, kemudian dengan kelompoknya membuat desain proyek sesuai dengan perintah yang telah dipaparkan.

3. Menyusun Penjadwalan

Agar proyek selesai tepat pada waktunya dan sesuai dengan apa yang diharapkan maka hendaknya diatur waktu pengerjaanya.

4. Memonitor Kemajuan Proyek

Hal ini dilakukan oleh guru untuk mengetahui sejauh mana proyek sedang berjalan. Selain itu untuk mengetahui kendala yang dialami siswa, dan memfasilitasi mereka untuk bertanya.

5. Penilaian Hasil

Setelah selesai mengerjakan proyek maka siswa mengkomunikasikannya, kemudian guru dan teman yang lain menilai.

6. Evaluasi Pengalaman

Pada tahap ini diadakan refleksi atas pembelajaran yang telah selesai dilaksanakan, juga penguatan dari guru mengenai apa saja yang harus ditingkatkan.

Selain tahapan diatas ada juga beberapa kelebihan dari PBL ini sehingga baik untuk digunakan. Diantaranya siswa terlibat aktif dalam pembelajaran, mengembangkan semua aspek baik itu kognitif, afektif, maupun psikomotor serta melatih mereka mandiri dan bekerja sama secara bersam-sama. Demikianlah, semoga menjadi referensi sebagai salah satu model yang akan anda gunakan untuk mengajar.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top