Tips Belajar

Mengenal apa itu cooperative learning

APA ITU COOPERATIVE LEARNING

Untuk membantu keberhasilan suatu proses pembelajaran maka diperlukan penerapan suatu model pembelajaran yang tepat. Banyak sekali model yang bisa digunakan, nah salah satu dari model pembelajaran tersebut ialah cooperative learning. Cooperative berasal dari bahasa inggris artinya kerjasama, begitupula dengan learning yang artinya pembelajaran. Jadi secara singkat cooperative learning bisa diartikan sebagai sebuah pembelajaran yang menekankan pada kerjasama. Pada pembelajaran dengan model cooperative learning siswa akan belajar secara berkelompok dengan siswa lain. Mereka akan belajar dalam kelompok kecil dengan jumlah siswa 4-6 orang. Biasanya dalam satu kelompok terdiri atas siswa dengan berbagai kemampuan, baik itu yang pintar, sedang dan kurang. Ketika pembelajaran berlangsung siswa akan berinteraksi satu sama lain untuk mengerjakan tugas yang diberikan. Pembelajaran cooperative ini bertujuan agar siswa mampu berinteraksi dengan sesamanya, berani mengemukakan pendapat, belajar menjadi seseorang pemimpin, belajar cara menghargai pendapat orang lain, juga menanamkan tanggung jawab pada diri setiap siswa.

Menurut Lie, salah satu pelopor Cooperative Learning di Indonesia ada 5 prinsip dari Cooperative Learning, yaitu: 1) saling ketergantungan positif, 2) tanggung jawab perseorangan, 3) tatap muka, 4) komunikasi antar anggota dan 5) evaluasi proses kelompok.

Adapun sintaks atau tahap pembelajaran yang harus anda lakukan ketika akan menerapakan model pembelajaran cooperative learning yaitu:

1. Menyampaikan tujuan pembelajaran dan memotivasi siswa: Hal pertama yang harus dilakukan oleh seorang guru ketika menerapkan pembelajaran cooperative yakni menyampaikan tujuan apa yang hendak dicapai pada pembelajaran tersebut dan juga memberikan motivasi baik itu nasihat, nyanyian atau yel-yel agar siswa semangat mengikuti pembelajaran.

2. Menyajikan Informasi: Informasi yang disajikan adalah mengenai materi apa yang hendak dibelajarkan. Tapi disini guru tidak boleh menjelaskan, cukup memberi tahu garis besar materinya apa dan kegiatan yang dilaksanakannya seperti apa.

3. Mengorganisasikan siswa ke dalam kelompok-kelompok belajar: Pada tahap ini guru mengelompokkan siswa ke dalam beberapa kelompok dengan jumlah tertentu dan dengan anggota yang beragam kemampuannya.

4. Membimbing kelompok belajar: pada tahap ini guru memfasilitasi jika ada kelompok yang kesulitan dalam mengerjakan tugas. Guru bisa mengarahkan apa yang seharusnya mereka lakukan jika kondisinya mereka memang memiliki kesulitan dalam belajar. Cukup mengarahkan saja jangan membantu.

5. Evaluasi: pada tahap ini guru mengevaluasi hasil kerja dari setiap kelompok.

6. Memberi penghargaan: Penghargaan bisa dilakukan secara individual maupun kelompok dengan tujuan agar siswa lebih termotivasi untuk meningkatkan kualitas pembelajarannya. Penghargaan bisa berupa pujian, skor, reward, dll.

Cooperative Learning ini juga memiliki banyak sekali tipe pembelajaran,

diantaranya yaitu tipe Jigsaw, Student Team Achievement Development (STAD), Think Pair & Share (TPS), Number Head Together (NHT), Kancing Gemerincing (Talking Chips), dan masih banyak lagi. Nah bagaimana setelah membaca uraian di atas apakah tertarik untuk menerapkan cooperative learning dalam pembelajaran? Saran saya sih patut dicoba karena saya pernah mengalami dan hal itu menyenangkan.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top