Tips Belajar

Teori Kontruktivisme Dan Membangun Kepercayaan Diri Anak?

Kontruktivisme

Agar suatu proses pembelajaran berjalan dengan suskses dan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan maka harus digunakan suatu model pembelajaran. Nah setiap model pembelajaran tersebut biasanya berlandaskan suatu teori tertentu. Karena model pembelajaran itu ada banyak maka otomatis teori dasar yang diambilya pun berbeda hal ini bergantung pada tokoh pengemuka model pembelajaran itu sendiri. Diantaranya teori pembelajaran yang sering kita dengar antara lain teori kontruktivisme. teori progresivisme, teori pragmatisme, teori behaviorime, teori humanisme, dan masih banyak lagi. Nah teori yang akan  kita bahas kali ini yakni Teori Kontruktivime. Apakah Teori Kontruktivime itu?

Teori kontruktivisme merupakan suatu teori yang menghendaki bahwa dalam memperoleh suatu pengetahuan yang terlibat aktif untuk membangun pengetahuan itu sendiri adalah orang yang bersangkutan bukan orang lain. Jadi jika dalam pembelajaran sendiri, singkatnya bisa dikatakan bahwa siswalah yang aktif untuk memabangun pengetahuannya sendiri mengenai berbagai hal yang ia pelajarai. Sedangkan guru hanya sebagai fasilitator apa yang siswa butuhkan. Tujuan dari Teori Kontruktivisme antara lain:

  1. Adanya motivasi untuk belajar, karena belajar itu merupakan tanggung jawabnya. Jika ia tidak mau belajar maka ia tidak akan memperoleh pengetahuan apa-apa.
  2. Memberi kesempatan pada siswa untuk mengeksplor pengetahuannya.
  3. Melatih siswa untuk menjadi ilmuwan cilik melalui pengamatan, mengajukan pertanyaan, menjawab, menganalisis, menyimpulkan, dll.
  4. Membantu siswa untuk mengembangkan pengertian dan pemahaman tentang suatu konsep secara mendalam.
  5. Menekanan pada proses bagaimana sesungguhnya proses belajar itu sendiri.

Adapaun unsur-unsur penting dalam teori kontruktivisme yaitu:

1. Memperhatikan dan memanfaatkan pengetahuan awal siswa

2. Memberikan pengalaman yang nyata dan bermakna bagi siswa

3. Memungkinkan terciptanya lingkungan sosial yang kondusif

4. Memotivasi siswa agar mandiri

5. Berusaha mengenalkan dunia ilmiah kepada siswa

Selain tujuan dan unsur penting di atas, kontruktivime juga mempunyai prinsip-  prinsip tertentu, seperti:

  1. Pengetahuan dibangun oleh siswa itu sendiri.
  2. Pengetahuan tidak bisa ditarnsfer, melainkan harus diabnguan secara aktif oleh siswa.
  3. Murid aktif membangun pengetahuannya terus menerus sehingga selalu terjadi perubahan konsep ilmiah.
  4. Guru sebagai fasilitator.

Adapun tokoh yang menganut teori ini diantaranya Jean Piaget yang memiliki pandangan bahwa seseorang akan melakukan asimilasi dan akomodasi terhadap skema yang telah ia punya dalam memperoleh suatu pengetahuan. Selain Piaget ada tokoh lain yakni vygotsky yang menerapkan teori kontruktivime ini pada pembelajaran kelompok, dimana mereka secara berkelompok akan mengkonstruk pengetahuannya saat memecahkan suatu permasalahan.

Model Pembelajaran yang menggunakan teori ini diantaranya modelpembelajaran Cooperative Learning, Pembelajaran Berbasis Masalah, (PBM), Contextual Teaching and Learning (CTL), dll. Nah itulah uraian mengenai Teori Kontruktivisme, semoga semakin memperluas pengetahuan anda.

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Most Popular

To Top